-->
Tampilkan postingan dengan label Obyek Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obyek Wisata. Tampilkan semua postingan

14 Juni 2013

Pantai Banyu Tibo "Surga yang Tersembunyi"


Pantai Banyu Tibo terletak di desa Widoro, Donorojo, Pacitan, Jawa Timur, yaitu di antara pantai Buyutan dan pantai Nampu Timur. Pantai Banyu Tibo merupakan pantai tersempit di kabupaten Pacitan yang memiliki eksotisme tersendiri. Di pantai ini kita dapat menikmati pesona air terjun yang langsung jatuh ke pantai, air terjun ini terletak tepat berada di tepi bibir pantai. Air terjun ini berasal dari sebuah sungai kecil yang jernih dan tidak pernah kering walaupun di musim kemarau. Aliran air inilah yang berakhir dengan terjun dan menyatu dengan debur ombak laut selatan di sebuah teluk kecil yang dikelilingi batu karang. Selain itu, karang di sekitarnya juga tergolong unik, mirip dengan ukiran kayu. Di sana juga terdapat bukit yang bisa kita daki untuk memandang horizon pantai.

by: Wisata Pacitan

Goa Song Terus Rumahnya Manusia Purba

Goa Song Terus berada di desa Wareng, Kecamatan Punung, sekitar 45 menit dari Kota Pacitan. Di dalamnya banyak di temukan jejak-jejak peninggalan budaya berupa industri alat batu, seperti: alat-alat masif dan serpih-bilah, alat-alat tulang, dan cangkang kerang serta berbagai macam temuan sisa fauna dan manusia (fosil-fosil manusia purba) yang terdapat di sini telah memberikan petunjuk dan mengisyaratkan adanya gua hunian manusia masa lalu yang sarat akan peninggalan arkeologis. Banyak dari arkeolog menyebutnya sebagai ibu kota prasejarah dunia, disebut juga budaya pacitanian. Di sana juga ada replika utuh manusia purba. Goa Song Terus ini jaraknya hanya sekitar 1 Km sebelah selatan Goa Tabuhan. Dalam Song Terus ini, sudah dibuka untuk wisatawan umum. Wisatawan dapat melihat situs pra sejarah lainnya di Kecamatan Punung. Seperti, situs Song Keplek, situs Ngrijangan, serta situs Sungai Bak Soka. Termasuk, keberadaan museum pra sejarah.

GOA KALAK Goa Sang Pertapa


Goa Kalak terletak di desa Kalak, Donorojo, Pacitan, Jawa Timur. Letaknya tersembunyi, padahal di tepi jalan kalau anda menuju Pantai Klayar, karena letaknya pas di jalan menanjak. Goa ini merupakan goa tempat pertapaan sehingga dijuluki Goa Sang Pertapa. Goa Kalak merupakan tempat ritual dari Raden Brawijaya pada zaman Kerajaan Majapahit. Goa Kalak berusia ratusan tahun dan merupakan goa tertua di daerah Pacitan. Goa ini dikelola oleh masyarakat sekitar dan sama sekali tanpa campur tangan dari dinas/pemerintah. 
Pembuatan keramik, gapura, dan tulisan di atas goa dibuat oleh pengunjung dari goa ini sendiri. Di dalam goa terdapat satu tiang tempat menghadap para petapa yang disebut saka guru. Stalaktit pada goa kalak ini sudah tidak aktif.
Juru kunci goa Kalak bernama bapak Manrejo (mbah Tugiman) yang mulai menjaga goa ini sejak tahun 1965, mbah Tugiman merupakan keturunan ke-3 dari juru kunci yang pertama. Keramik untuk bertapa dibuat oleh seorang pengunjung yang awalnya bertapa di Gunung Lawu kemudian mendapat wangsit untuk mencari tempat pertapaan Raden Brawijaya, setelah menemukan Goa Kalak ini lalu dia membuat keramik persegi panjang tempat untuk para pengunjung Goa Kalak yang ingin bertapa. Bagian luar goa terdapat banyak burung sriti yang beterbangan kesana kemari. Menurut mbah Tugiman terdapat berbagai makhluk halus yang membuat goa ini memiliki kekuatan spiritual. Beliau tidak mau menyebutkannya satu persatu. Namun salah satu mahkluk halus yang paling sering mucul adalah dua ekor harimau yang berwarna hitam dan yang satu lagi bermotif tutul–tutul. Menurut mbah Tugiman harimau yang berwarna tutul umurnya sudah sangat tua dan bulunya pun sudah mulai rontok sedangkan harimau yang berwarna hitam masih muda. Konon katanya (pengunjung)
beberapa kali goa ini ingin didokumentasikan namun gagal karena gambarnya tidak masuk di video dan tidak diketahui secara pasti penyebabnya.